Rekonsiliasi Sejati
Menjumpakan Pesan Perdamaian melalui Tradisi Na Tek Oko bagi Masyarakat Suku Timor
Kata Kunci:
Masyarakat Timor, Perdamaian, tradisi Na Tek OkoAbstrak
Perdamaian merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam hidup manusia. Setiap suku dan bangsa selalu berupaya agar perdamaian dapat diwujudkan agar kehidupan dapat dilanggengkan. Salah satu budaya dalam masyarakat Timor untuk mengupayakan perdamaian adalah tradisi Na Tek Oko. Melalui tradisi ini setiap pribadi atau suku yang sedang berseteru akan didamaikan dengan cara duduk dan makan sirih pinang bersama-sama dan dilakukan dalam suasana yang gembira. Duduk bersama menandakan bahwa kedua belah pihak adalah sama dan sejajar, sehingga upaya perdamaian dapat dilakukan. Hal ini sejajar dengan apa yang Allah lakukan ketika Ia memperdamaikan diri-Nya dengan manusia yaitu dengan cara memanusiakan diri-Nya menjadi sesama bagi manusia. Dengan menggunakan metode kualitatif, khususnya studi pustaka guna melakukan analisis data, ditambah dengan wawancara terbuka dengan tokoh adat Timor, didapatkan sebuah temuan bahwa tradisi Na Tek Oko, pada hakikatnya, memiliki kesejajaran dengan berita Alkitab khususnya mengenai pendamaian yang dilakukan Allah kepada manusia. Dengan demikian tradisi Na Tek Oko dapat dijadikan sebagai bentuk teologi kontekstual untuk membangun perdamaian di masyarakat Timor.
Referensi
Age, Maria Yulita. 2021. Wujud Rekonsiliasi Dalam Kearifan Lokal Budaya Flores.
Asy’ari, Asy’ari. 2021. “Perdamaian Dalam Perspektif Islam Dan Kristen.” Al’adalah 22, no. 1: 43–52. https://doi.org/10.35719/aladalah.v22i1.9.
Barth, Marie Claire, and B.A. Pareira. 2015. Tafsiran Alkitab: Kitab Mazmur 73-150. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Dewi, Sulis Indra, and Asfira R. Rinata. 2021. “Makna Noni Dan Puah Manus Dalam Upacara Adat Masyarakat Suku Dawan Di Pulau Timor.” Skripsi.
Dwinanto, Arief, Rini S. Soemarwoto, and Miranda Risang Ayu Palar. 2019. “Budaya Sirih Pinang Dan Peluang Pelestariannya Di Sumba Barat, Indonesia.” Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya 11, no. 3: 363. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i3.543.
Ema, Penne Nefriyanti. 2019. “Kajian Sosio-Teologis Terhadap Keramatamahan Dalam Tradisi Mamat Menurut Jemaat GMIT Gunung Sinai,” 15.
Harming, Iskandar. 2022. Pendekatan Pastoral Kontekstual.
Herdiyanto, Yohanes Kartika, and Kwartarini Wahyu Yuniarti. 2012. “Budaya Dan Perdamaian : Harmoni Dalam Kearifan Lokal Masyarakat Jawa Menghadapi Perubahan Pasca Gempa.” HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal 9, no. 1: 28. https://doi.org/10.26555/humanitas.v9i1.348.
Kartono, Kartini. 1980. Pengantar Metodologi Research Sosial. Bandung: Alumni Bandung.
Lele, Aldorio Flavius, and Robi Panggarra. 2015. “Makna Tujuh Ungkapan Yesus Di Salib Bagi Orang Percaya.” Jurnal Jaffray 13, no. 2: 285. https://doi.org/10.25278/jj71.v13i2.181.
Panjaitan, Firman. 2022. “Teo-Ekologi Kontekstual Dalam Titik Temu Antara Kejadian 1:26-31 Dengan Konsep Sangkan Paraning Dumadi Dalam Budaya Jawa.” GEMA TEOLOGIKA 7, no. 2: 223–42. https://doi.org/10.21460/gema.2022.72.931.
Panjaitan, Firman, and Hendro Siburian. 2020. “Misi Kristologi Dalam Konteks Kebudayaan.” Logia 1, no. 1: 44–61. https://doi.org/10.37731/log.v1i1.19.
Rosadisastra, Andi. 2014. “MEMBANGUN IDENTITAS PERADABAN DI ERA GLOBAL: Telaah Pemikiran Amartya Sen.” Kalam 8, no. 1: 141. https://doi.org/10.24042/klm.v8i1.185.
Setiawan, David Eko. 2020. “Menjembatani Injil Dan Kebudayaan Dalam Misi Melalui Metode Kontekstualisasi.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 3, no. 2: 160–80. https://doi.org/https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.132.
Suryanto, Bagong. 2015. Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan.
Tomovska, Ana. 2011. Peace Education: Exploring Ethical and Philosophical Foundations. Edited by Information Age Publisher. Journal of Peace Education. Vol. 8. New York. https://doi.org/10.1080/17400201.2011.552266.
Touwely, Serli, A. Ch. Kakiay, and K. Makulua. 2020. “Sirih Pinang Sebagai Simbol Pemersatu Keluarga.” Noumene: Jurnal Ilmu Sosial Keagamaan volume 1: 12.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2023 Firman Panjaitan, Jufantri Leo

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Tevunah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Tevunah) mempublikasikan artikel di bawah lisensi internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0).
Pengguna bebas menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah dalam media apa pun, asalkan Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan Tevunah sebagai penerbitnya, menautkan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan, dan mendistribusikan kembali karya turunan apa pun di bawah lisensi yang sama.
Hak cipta artikel dipegang oleh masing-masing penulisnya, tanpa batasan. Lisensi non-eksklusif diberikan kepada Tevunah untuk mempublikasikan artikel dan mengidentifikasi dirinya sebagai penerbit aslinya, termasuk hak komersial untuk untuk menjualnya kepada perpustakaan dan individu.
Dengan menerbitkan artikel di Tevunah, penulis memberikan hak kepada pihak ketiga untuk menggunakan artikel mereka sejauh yang diberikan oleh lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

