SEBUAH BEBAN RELIGIUS
Tradisi Makan Bersama Dalam Ibadah Pada Komunitas Kristen Dari Perspektif Perempuan Miskin
Kata Kunci:
Ibadah Kristen, Perempuan Miskin, solidaritas sosial, Tekanan Sosial, Tradisi Jamuan MakanAbstrak
Tradisi menyediakan jamuan makan dalam ibadah merupakan bagian dari budaya religius yang bertujuan mempererat hubungan sosial dan mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan. Namun, bagi perempuan miskin, tradisi ini dapat menjadi beban finansial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak negatif dari tradisi tersebut, khususnya pada kelompok perempuan yang menghadapi tantangan ekonomi, dengan fokus pada tekanan budaya, religius, dan sosial yang mereka rasakan. Penelitian dilakukan di Jemaat Batu Karang Ombuli, sebuah gereja lokal di Kabupaten Banggai Kepulauan, Propinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 95 responden perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami tekanan yang signifikan. Mayoritas responden (rata-rata 3,27) setuju bahwa tradisi makan bersama adalah kebiasaan yang mengakar, sehingga mereka merasa wajib berpartisipasi. Selain itu, jamuan makan dipahami sebagai bentuk syukur kepada Tuhan (rata-rata 3,47), meskipun keterbatasan finansial sering kali menjadi kendala. Tekanan sosial juga dirasakan cukup kuat (rata-rata 2,93), di mana rasa malu menjadi jika tidak menyediakan jamuan makan. Penelitian ini menyoroti bahwa tradisi yang bertujuan membangun solidaritas justru menciptakan beban bagi kelompok rentan. Rekomendasi diberikan agar gereja menciptakan praktik yang lebih inklusif, dengan menekankan sukarela dan solidaritas tanpa tekanan finansial, untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan yang sejati.
Referensi
Ammerman, Nancy Tatom. 2013. Sacred stories, spiritual tribes: Finding religion in everyday life. Oxford university press.
Bonhoeffer, Dietrich, dan Paul Michael. 2007. Life together: The classic exploration of faith in community. Hovel Audio.
Bourdieu, Pierre. 2018. “The Forms of Capital.” In The Sociology of Economic Life, 78–92. Routledge.
Brown, Jeannine K, dan Steven J Sandage. 2015. “Relational integration, Part II: Relational integration as developmental and intercultural.” Journal of psychology and theology 43, no. 3: 179–91.
Buchmann, Claudia, dan Thomas A DiPrete. 2006. “The growing female advantage in college completion: The role of family background and academic achievement.” American sociological review 71, no. 4: 515–41.
Busyra, Rizki Gemala. 2020. “Dampak Fluktuasi Harga Jagung Terhadap Kesejahteraan Petani Jagung.” Jurnal MeA (Media Agribisnis) 5, no. 2: 83–94. https://doi.org/10.33087/mea.v5i2.80.
Dameria, Christina, dan Dewi Shinta Bratanata. 2021. “Spiritualitas Makan Bersama: Interkoneksi Sesama Ciptaan dalam Praktik Pemeliharaan Alam.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 7, no. 2: 245–65. https://doi.org/10.37196/kenosis.v7i2.331.
Day, Abby. 2009. “Believing in belonging: An ethnography of young people’s constructions of belief.” Culture and religion 10, no. 3: 263–78.
Dunbar, Robin I M. 2017. “Breaking bread: the functions of social eating.” Adaptive Human Behavior and Physiology 3, no. 3: 198–211.
Geertz, Clifford. 1973. The interpretation of cultures. Basic books.
Goffman, Erving. 1974. Frame analysis: An essay on the organization of experience. Northeastern UP.
Hasibuan, B, dan S Hutagalung. 2016. “Analisis Tujuan Jamuan Makan Bersama Sebagai Suatu Metode Penginjilan Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:46 Di Jemaat Pakusarakan Cimahi Bandung.” Jurnal Koinonia 8, no. 1: 95–120.
Henny, Lucyana. 2020. “Konsep Ibadah Yang Benar Dalam Alkitab.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan 4, no. 1: 73–88. https://doi.org/10.51730/ed.v4i1.32.
Kristanti, Gloriya Dwi. 2021. “Refleksi Kekinian Memaknai Dampak Mengucap Syukur dalam Segala Hal terhadap Gaya Hidup Orang Percaya.” Antusias: Jurnal Teologi dan Pelayanan 7, no. 1: 61–73. https://sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/antusias/article/view/621.
McKnight, Scot. 2014. Kingdom conspiracy: Returning to the radical mission of the local church. Brazos Press.
Nenosono, Yance Ivoni, dan Simon Subagio. 2021. “Kuasa Mengucap Syukur dalam Segala Hal Menurut 1 Tesalonika 5:16-18 Diaplikasikan dalam Kehidupan Jemaat Di Masa Pandemi.” FILADELFIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 2: 106–29. https://doi.org/10.55772/filadelfia.v2i2.34.
Peterson, Joshua David. 2020. “Sharing the Lord’s Supper: Finding Fellowship and Love in a Sacramental, Communal Meal.” Rawlings School of Divinity. https://digitalcommons.liberty.edu/doctoral/2750/.
Polletta, Francesca, dan James M Jasper. 2001. “Collective identity and social movements.” Annual review of Sociology 27, no. 1: 283–305.
Pranoto, David Susilo. 2017. “Studi Eksegetis Ungkapan Mengucap Syukur Dalam Segala Hal Menurut 1 Tesalonika 5:18.” Manna Rafflesia 3, no. 2: 113–30. https://doi.org/10.38091/man_raf.v3i2.71.
Putnam, Robert D. 2000. Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rusmanto, Ayub, Kerin Rajagukguk, dan Sriwahyuni Sriwahyuni. 2023. “Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9.” Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) 5, no. 1: 39–51. https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.197.
Saledok, Juniati, dan Yuliana Paluet. 2023. “Kebiasaan Makan Bersama dalam Ibadah Rumah Tangga di Jemaat Filadelfia Babang.” Yong Dei : Jurnal Mahasiswa STT Star’s Lub 1, no. 1 (Maret): 22–29. https://doi.org/10.35909/jyd.v1i1.11.
Sen, Amartya. 1999. Development as Freedom. Vol. 525. Alfred A. Knopf.
Setyoningrum, Ari Ani Dyah. 2020. “Perempuan, Pengelolaan Keuangan dan Ekonomi.” EKOBIS : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi 8, no. 2 (Desember): 16–24. https://doi.org/10.36596/ekobis.v8i2.484.
Siregar, Budi Gautama. 2019. “Ibu Rumah Tangga Dalam Manajemen Keuangan Keluarga.” Jurnal Kajian Gender dan Anak 3, no. 2: 108–18. https://doi.org/10.24952/gender.v3i2.2825.
Smith, Dennis E. 2015. “Food and Dining in Early Christianity.” In A Companion to Food in the Ancient World, 357–64. Chichester, UK: John Wiley & Sons, Ltd. https://doi.org/10.1002/9781118878255.ch34.
Smith, James K A. 2016. You are what you love: The spiritual power of habit. Brazos Press.
Soleman, Fathia, Sjamsuddin A.K. Antuli, dan Nur Shadiq Sandimula. 2022. “Peran Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Rumah Tangga di Kelurahan Tuminting.” SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies 2, no. 2: 85–94. https://doi.org/10.30984/spectrum.v2i2.413.
Sosis, Richard. 2004. “The adaptive value of religious ritual: Rituals promote group cohesion by requiring members to engage in behavior that is too costly to fake.” American scientist 92, no. 2: 166–72.
Sutoyo, Daniel. 2014. “Gaya Hidup Gereja Mula-Mula Yang Disukai Dalam Kisah Para Rasul 2: 42-47 Bagi Gereja Masa Kini.” ANTUSIAS: Jurnal Teologi dan Pelayanan 3, no. 6: 42–47. https://sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/antusias/article/view/7.
Tangaan, Epin. 2023. “Kajian Teologis Terhadap Tradisi palusan Dalam Ibadah Rumah Tangga di Jemaat Filadelfia Babang.” Youg Dei: Jurnal Mahasiswa STT Star’s Lub 1, no. 1: 1–9.
Tongotongo, Blevinsky, Selvie Rumampuk, dan Titiek Mulianti. 2021. “Makna Perayaan Pengucapan Syukur di Desa Betelen Satu Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara.” Holistik, Journal of Social and Culture 14, no. 2: 1–15. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/holistik/article/view/33914.
Yulianto, Ahmad Rudi, dan Bekti Syahputra. 2019. “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan, Gender, Dan Tempat Tinggal Terhadap Akuntansi Rumah Tangga.” Maksimum 8, no. 2: 77–85. https://doi.org/10.26714/mki.8.2.2018.77-85.
Ziraluo, Theophylus Doxa. 2014. “Peran Manusia Allah Menurut I Timotius 6:11-21.” Missio Ecclesiae 3, no. 1: 64–85. https://doi.org/10.52157/me.v3i1.37.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2024 Nada Tibinge, Ermin Alperiana Mosooli, Lefrand Lembolangi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Tevunah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Tevunah) mempublikasikan artikel di bawah lisensi internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0).
Pengguna bebas menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah dalam media apa pun, asalkan Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan Tevunah sebagai penerbitnya, menautkan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan, dan mendistribusikan kembali karya turunan apa pun di bawah lisensi yang sama.
Hak cipta artikel dipegang oleh masing-masing penulisnya, tanpa batasan. Lisensi non-eksklusif diberikan kepada Tevunah untuk mempublikasikan artikel dan mengidentifikasi dirinya sebagai penerbit aslinya, termasuk hak komersial untuk untuk menjualnya kepada perpustakaan dan individu.
Dengan menerbitkan artikel di Tevunah, penulis memberikan hak kepada pihak ketiga untuk menggunakan artikel mereka sejauh yang diberikan oleh lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

