MEMBANGUN TEOLOGI LOKAL
Akulturasi Nilai-Nilai Kristiani melalui Pemaknaan Tari Moyo dalam Masyarakat Nias
Kata Kunci:
Akulturasi Nilai Kristiani, Budaya Nias, Hermeneutika Kontekstual, Tari Moyo, Teologi KontekstualAbstrak
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk memahami potensi Tari Moyo sebagai media akulturasi nilai-nilai Kristiani dalam konteks budaya masyarakat Nias. Tari Moyo, dengan elemen budaya seperti gerakan, syair lagu, busana, alat musik, dan cerita rakyat, mencerminkan nilai-nilai universal yang relevan dengan ajaran Injil. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai elemen-elemen tersebut dalam terang teologi kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan teknik pengumpulan data melalui kajian literatur dari buku, artikel jurnal, dan dokumen yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutika kontekstual, khususnya model antropologis dari Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen budaya dalam Tari Moyo dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, pengorbanan, keberanian, dan sukacita, menciptakan harmoni antara iman dan budaya lokal. Temuan ini memperkuat pentingnya teologi kontekstual dalam membangun spiritualitas yang relevan dan autentik.
Referensi
Adlini, Miza Nina, Anisya Hanifa Dinda, Sarah Yulinda, Octavia Chotimah, dan Sauda Julia Merliyana. 2022. “Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka.” Edumaspul: Jurnal Pendidikan 6, no. 1: 974–80. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394.
Andreeva, Elena, Yuliya Myslyakova, Pavel Glukhikh, dan Artem Ratner. 2017. “Economic and social impact of modernization on cultural values.” Journal of International Studies 10, no. 1: 193–208. https://doi.org/10.14254/2071-8330.2017/10-1/14.
Bevans, Stephen B. 2002. Model-Model Teologi Kontekstual. Flores: Ladalero.
Daniswari, Dini. 2023. “Mengenal Tari Moyo: Asal-usul, Keunikan, Kostum, dan Musik Pengiring.” Kompas.com. 2023.
Darmawan, I Putu Ayub, John Mardin, dan Urbanus Urbanus. 2023. “Pendidikan dalam Gereja sebagai Bentuk Partisipasi Kristen dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.” Proceeding National Conference of Christian Education and Theology 1, no. 1: 50. https://doi.org/10.46445/nccet.v1i1.702.
Dewi, Heristina. 2021. “Deskripsi Makna Teks dan Struktur Melodi SinunӦ Fanari Pada Kebudayaan Vokal Masyarakat Nias.” Universitas Sumatera Utara.
Dilla, Minggus. 1970. “Makna Buah Roh Dalam Galatia 5:22-23.” Manna Rafflesia 1, no. 2: 158–66. https://doi.org/10.38091/man_raf.v1i2.51.
Gulo, Icha Debora, dan Firman Panjaitan. 2022. “Konsep Penebusan Dosa dalam Bilangan 21:4-9 dalam Wujud Budaya Famatö Harimao bagi Masyarakat Nias.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 12, no. 1: 17–34. https://doi.org/10.46495/sdjt.v12i1.133.
Jovel, Karla V Rubio, Eduardo Undurraga, Obiko Magvanjav, Clarence Gravlee, Susan Tanner, dan Ricardo Godoy. 2019. “Modernization and culture loss: A natural experiment.” Culture.
Lahagu, Faoziduhu. 2012. “Kesempatan dan Kendala Berkontekstualisasi Terhadap Filsafat ‘SOKHI MATE MOROI AILA’ dalam Budaya Masyarakat Nias (Suatu Pergumulan gereja-gereja Nias).” sttaleiheia.ac.id, 1–16.
Mendrofa, Eriyani, Aji Suseno, dan Carolina Etnasari Anjaya. 2022. “Rancang Bangun Pewartaan Injil pada Suku Nias melalui Sanggar Tari.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan 8, no. 2: 105–14. https://doi.org/10.47543/efata.v8i2.67.
Nasution, Robby Darwis. 2017. “Pengaruh Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya di Indonesia.” Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik 21, no. 1: 30–42.
Putra, Dharma Kelana. 2017. “Ragam Tari Tradisional Asal Nias Untuk Program Wisata Budaya Berbasis Masyarakat.” Buletin HABA.
———. 2020. “Tari Moyo Pada Masyarakat Nias Selatan.” Sejarah dan Budaya : Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya 14, no. 1: 116. https://doi.org/10.17977/um020v14i12020p116-126.
Sari, Arvika. 2017. “Nilai Pendidikan Sosial Dalam Tari Moyo (Tari Elang) Pada Masyarakat Nias Di Kota Medan.” Gesture : Jurnal Seni Tari 6, no. 2: 01. https://doi.org/10.24114/senitari.v6i2.7198.
Sari, Tri Yunita, Heri Kurnia, Isrofiah Laela Khasanah, dan Dina Nurayu Ningtyas. 2022. “Membangun Identitas Lokal Dalam Era Globalisasi Untuk Melestarikan Budaya dan Tradisi Yang Terancam Punah.” Academy of Social Science and Global Citizenship Journal 2, no. 2: 76–84. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v2i2.1842.
Schreiter, Robert J. 2006. Rancang Bangun Teologi Lokal. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Sinaga, Hanna. 2024. “Mengenal Lebih Jauh Budaya Suku Nias Lewat Tarian Moyo.” Suara Usu, 2024. https://suarausu.or.id/mengenal-lebih-jauh-budaya-suku-nias-lewat-tarian-moyo.
Sipahutar, Roy Charly. 2023. “Dialog Studi Ritual dengan Hermeneutika Tekstual : An Alternative for Contextual Theology in Indonesia Dialogue between Ritual Studies and Textual Hermeneutics :” Theologia in Loco 5, no. 1: 48–67. https://doi.org/10.55935/thilo.v5i1.272.
Suneki, Sri. 2012. “Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Budaya Daerah.” CIVIS 2, no. 1: 307–21. https://doi.org/10.26877/civis.v2i1.603.
Suwartiningsih, Sri, dan David Samiyono. 2014. “Kearifan Lokal Masyarakat Nias dalam Mempertahankan Harmoni Sosial.” Jurnal Societas Dei 1, no. 1: 235–69.
Telaumbanua, Tuhoni. 2019. “Kaum Milenial & Kebudayaan Nias.” SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan 1, no. 1: 1–16. https://doi.org/10.36588/sundermann.v1i1.19.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2024 Setiaman Larosa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Tevunah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Tevunah) mempublikasikan artikel di bawah lisensi internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (CC BY-SA 4.0).
Pengguna bebas menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang artikel untuk tujuan apa pun yang sah dalam media apa pun, asalkan Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan Tevunah sebagai penerbitnya, menautkan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan, dan mendistribusikan kembali karya turunan apa pun di bawah lisensi yang sama.
Hak cipta artikel dipegang oleh masing-masing penulisnya, tanpa batasan. Lisensi non-eksklusif diberikan kepada Tevunah untuk mempublikasikan artikel dan mengidentifikasi dirinya sebagai penerbit aslinya, termasuk hak komersial untuk untuk menjualnya kepada perpustakaan dan individu.
Dengan menerbitkan artikel di Tevunah, penulis memberikan hak kepada pihak ketiga untuk menggunakan artikel mereka sejauh yang diberikan oleh lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.

