Urgensi Kecerdasan Emosional dalam Menerapkan Model Pembelajaran Demokratis oleh Guru di Era Digital

https://doi.org/10.59361/tevunah.v1i2.9

Penulis

  • Safatulus Giawa Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi Nias Barat
  • Arozatulo Telaumbanua Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi Nias Barat

Kata Kunci:

Era Digital, Guru, Kecerdasan Emosi, Pembelajaran Demokratis

Abstrak

Artikel ini membahas tentang tantangan yang dihadapi pendidikan Kristen di era digital, khususnya dalam penerapan model pembelajaran demokratis. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan solusi terhadap tantangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan fokus pada sumber pustaka tentang kecerdasan emosional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru perlu cerdas secara emosional untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa. Guru perlu menyadari perannya dalam pendidikan nasional dan berupaya meningkatkan kecerdasan emosionalnya untuk menerapkan model pembelajaran demokratis di era digital. Ketika guru memiliki pemahaman yang baik tentang peran mereka, pendidikan baik dalam format daring maupun tatap muka dapat terus mencapai tujuan pendidikan nasional.

Referensi

Ali, Maksum dan Happy Fitria. 2021. “Transformasi dan Digitalisasi Pendidikan Dimasa Pandemi.” In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 121–27. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/5498.

Alpian, Yayan, Sri Wulan Anggraeni, Unika Wiharti, dan Nizmah Maratos Soleha. 2019. “Pentingnya Pendidikan bagi Manusia.” Jurnal Buana Pengabdian 1, no. 1: 66–72. https://doi.org/10.36805/jurnalbuanapengabdian.v1i1.581.

Ayu, Mitra, M Idris, dan Adrianus Dedy. 2020. “IMPLEMENTASI SIKAP DEMOKRATIS DALAM PEMBELAJARAN PKn PADA SISWA SD.” Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan 18, no. 3: 316. https://doi.org/10.31851/wahanadidaktika.v18i3.4562.

Azis, Taufiq Nur. 2019. “Strategi Pembelajaran Era Digital.” Annual Conference on Islamic Education and Social Sains (ACIEDSS 2019) 1, no. 2: 308–18. https://pkm.uika-bogor.ac.id/index.php/ACIEDSS/article/view/512.

Fahri M, Faisal, Joharis Lubis, dan Darwin Darwin. 2022. “Gaya Kepemimpinan Demokratis Guru pada Motivasi Belajar Siswa.” Jurnal Basicedu 6, no. 3: 3364–72. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2616.

Firman Mansir. 2020. “Kesejahteraan dan Kualitas Guru sebagai Ujung Tombak Pendidikan Nasional di Era Digital.” Jurnal IKA: Ikatan Alumni PGSD UNARS 8, no. 2: 293–303. https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v8i2.829.

Hasanuddin. 2018. “Perbedaan Kecerdasan Emosional Guru Ditinjau dari Jenis Kelamin.” Jurnal Diversetia 4, no. 1: 26–31. https://doi.org/10.31289/diversita.v4i1.1562.

Husada, Anna Kurniawati. 2013. “Hubungan Pola Asuh Demokratis Dan Kecerdasan Emosi Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja.” Persona: Jurnal Psikologi Indonesia 2, no. 3: 266–77. https://doi.org/10.30996/persona.v2i3.160.

Ilyasir, Fiska. 2019. “Pendidikan Demokratis Di Era Revolusi Industri 4.0.” Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi 7, no. 1: 61–70. https://doi.org/10.21831/jppfa.v7i1.25998.

Lesilolo, Herly Janet. 2020. “Proses Pembelajaran Yang Demokratis Di Sekolah (Studi Di Sma Kolese De Beritto Yogyakarta).” Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan 4, no. 1: 53. https://doi.org/10.30598/jbkt.v4i1.843.

Maitrianti, Cut. 2021. “Hubungan Antara Kecerdasan Intrapersonal Dengan Kecerdasan Emosional.” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 11, no. 2: 291–305. https://doi.org/10.22373/jm.v11i2.8709.

Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu, dan Mela Puspitasari. 2015. “Kecerdasan Emosi Guru, Stres Kerja, Dan Kinerja Guru SMA.” Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran 45, no. 2: 144. https://doi.org/10.21831/jk.v45i2.7491.

Mustofa, Rochman Hadi, dan Henni Riyanti. 2019. “Perkembangan E-Learning sebagai Inovasi Pembelajaran di Era Digital.” Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan 17, no. 3: 379–91. https://doi.org/10.31851/wahanadidaktika.v17i3.4343.

Ngongo, Verdinandus Lelu, Taufiq Hidayat, dan Wijayanto Wijayanto. 2019. “Pendidikan di Era Digital.” In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas PGRI Palembang, 2:999–1015. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3093.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nur, Irayanti, dan Suparman Mannuhung. 2022. “Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Guru Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen pada UPT SMA Negeri 1 Luwu Utara.” Jurnal Andi Djemma I Jurnal Pendidikan 5, no. 2: 98–108. https://doi.org/10.35914/jad.v5i2.1327.

Panggabean, Justice Zeni Zari. 2022. “Pendidikan Kristiani Berbasis Berpikir Kritis: Sebuah Tawaran Model Pembelajaran Demokratis Berdasarkan Pemikiran Pendidikan Membebaskan Menurut Paulo Freire.” Harati: Jurnal Pendidikan Kristen 2, no. 2: 127–45. https://doi.org/10.54170/harati.v2i2.101.

Puluhulawa, Citro W. 2013. “Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Meningkatkan Kompetensi Sosial Guru.” Makara Human Behavior Studies in Asia 17, no. 2: 139. https://doi.org/10.7454/mssh.v17i2.2957.

Pusposari, Dewi. 2017. “Pendidikan yang Demokratis.” In Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Konteks Global, 83–98. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/fkip-epro/article/view/4858.

Rahman, Monalisa. 2022. “Kode Etik, Organisasi Serta Peran, Hak dan Kewajiban Profesi Guru.” Seri Publikasi Pembelajaran 2, no. 1: 24–34. https://journal.fkipunlam.ac.id/index.php/repo/article/view/170.

Riyanto, Pulung, dan Deni Mudian. 2019. “Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Peningkatan Kecerdasan Emosi Siswa.” Journal Sport Area 4, no. 2: 339–47. https://doi.org/10.25299/sportarea.2019.vol4(2).3801.

Rizal, Mohammad, dan Milatus Sholiha. 2017. “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Guru SMP An-Nur Bululawang - Malang.” Warta Ekonomi 7, no. 17: 78–92. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.26613.42723.

Sari, Milya, dan Asmendri Asmendri. 2020. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA.” Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA 6, no. 1 (Juni): 41–53. https://doi.org/10.15548/NSC.V6I1.1555.

Sholeh, Abdul Rozaq. 2020. “Peran Guru dalam Penegakan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia pada Peserta Didik.” Jurnal BELAINDIKA: Pembelajaran dan Inovasi Pendidikan 2, no. 2: 27–33. https://doi.org/10.52005/belaindika.v2i2.51.

Sulaiman, Hamidah, Afandy Sutrisno Tanjung, Norfaezah Md. Khalid, Norsafatul Aznin A. Razak, dan Nor Hasbuna Salleh. 2013. “Kecerdasan Emosi dalam Meningkatkan Keperibadian Remaja.” Jurnal Kurikulum & Pengajaran Asia Pasifik 1, no. 1: 28–33. https://ejournal.um.edu.my/index.php/JUKU/article/view/7959.

Suryana, Suryana. 2019. “Pentingnya Kecerdasan Emosi bagi Kepemimpinan yang Efektif di Era Milenial Revolusi 4.0.” Jurnal Inspirasi 10, no. 1: 78–97. https://doi.org/10.35880/inspirasi.v10i1.72.

Syamsuar, Syamsuar, dan Reflianto Reflianto. 2018. “Pendidikan dan Tantangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di Era Revolusi Industri 4.0.” Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan 6, no. 2: 1–13. https://doi.org/10.24036/et.v2i2.101343.

Thaib, Eva Nauli. 2013. “Hubungan Antara Prestasi Belajar Dengan Kecerdasan Emosional.” Jurnal Ilmiah Didaktika 13, no. 2: 384–99. https://doi.org/10.22373/jid.v13i2.485.

Triyanto, Triyanto. 2020. “Peluang dan Tantangan Pendidikan Karakter di Era Digital.” Jurnal Civic: Media Kajian Kewarganegaraan 17, no. 2: 175–84. https://doi.org/10.21831/jc.v17i2.35476.

Yunia, Siti Anisa Pabela, Liyanovitasari Liyanovitasari, dan Mona Saparwati. 2019. “Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Kenakalan Remaja Pada Siswa.” Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa 2, no. 1: 55–64. https://doi.org/10.32584/jikj.v2i1.296.

Diterbitkan

2023-11-13

Cara Mengutip

Giawa, Safatulus, dan Arozatulo Telaumbanua. “Urgensi Kecerdasan Emosional Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Demokratis Oleh Guru Di Era Digital ”. TEVUNAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (November 13, 2023): 115–136. Diakses Februari 2, 2026. https://jurnal.stak-luwukbanggai.ac.id/index.php/jt/article/view/9.

Terbitan

Bagian

Artikel